Selamat Datang

Kamis, 14 Juli 2011

Ini takdir hidupku & Cinta Mereka telah Menguatkanku


Hari itu selasa 28 Desember 2010 sekitar pukul 15 aku tidur-tiduran di kursi panjang menunggu adzan ashar, sengaja ku pilih kursi bukan kasur dengan alasan agar tidak tertidur terlalu nyenyak yang akibatnya bisa telat sholat ashar. Sekitar satu jam sebelumnya aku asyik bermain bersama 2 keponakanku sambil bernarsiz ria photo-photo di handphone, selesai photo-photo keponakanku bilang mereka mau main di teras samping rumahku yang memang agak tinggi dari tanah sekitar satu meter, tapi karena sejak kecil mereka memang sering main di sana, maka ku izinkan saja mereka bermain dan aku memilih tidur di kursi. Sedang enak enaknya tidur tiba-tiba terdengar jerit keponakanku yang pertama "Omm..................Adek Jatuh". karena terkejut dan takut kalau-kalau keponakanku yg kecil berumur 4 tahun itu sampai jatuh ke jurang samping rumah, akupun langsung bangun dan berlari ke arah mereka, tiba di lokasi kulihat keponakanku sudah terguling di tanah, langsung saja aku melompat mengejarnya, zzzzzzzzzzzzztttttttttttttt..akupun dapat meraihnya, tapi malangnya aku terjatuh dalam keadaan terduduk sehingga lutut dan siku tanganku terjerembab ketanah menahan bobot tubuhku. Melihat keponakanku yg selamat dan tidak apa-apa, akupun puas, kuangkat dia ke teras dibantu tetangga dekat rumah yang kebetulan saat itu sedang asyik telpon-telponan di depan rumah kami. Sampai di titik ini semua baik-baik saja, akupun masuk ke kamar mandi membersihkan lutut dan tanganku yang sedikit tergores dan kotor karena pasir. selang sekitar 5 menit akupun ke warung dekat rumahku mencari jualan betadine untuk mengobati lukaku, tapi sayangnya tidak ada warung di sekitar rumah yang menjualnya, atas saran tetangga akupun pulang dan mengobati luka-lukaku dengan minyak tanah dari lampu tempel yang biasa dipakai kalau listrik sedang byarpet. Saat sedang asyiknya mengolisi lukaku dengan minyak tanah itu, tiba-tiba perutku terasa sakit, dadaku sesak, dan tulang belakangku serasa linu, akupun tersungkur di lantai tragisnya lagi saat itu kedua orang tuaku sedang tidak ada di rumah. Aku mengerang, menjerit kesakitan dan minta tolong kepada tetanggaku yang tadi untuk mencari tukang urut yang menurut anggapan yang diwariskan leluhurku, kalau jatuh itu biasanya di urut, sekitar 5 menitan, tukang urutpun datang, dan bersamaan dengan itu pula kedua orang tuaku tiba di rumah, mereka kaget melihat kondisiku yang sekarat, berbagai upaya mereka lakukan demi untuk meringankan penderitaanku ; diurut, diberi minum air santan yg dimasak pakai gula merah dan telur, disuntik oleh mantri puskesmas dan entah apalagi aku lupa, namun sedikitpun tidak memperbaiki kondisiku. Walhasil malam itu kulalui dengan sakit yang teramat sangat, jangankan untuk tertidur, sekedar rebahan di kasur saja aku hanya bertahan paling lama 5 menitan, selebihnya jongkok karena itulah posisi yang paling nyaman. Esoknya Rabu 29 Desember 2010 keadaanku kian tak karuan, dengan diantar keluarga aku dilarikan ke puskesmas terdekat, malangnya lagi dokter puskesmas sedang ada pertemuan dengan bupati untuk menyambut kedatangan gubernur, maka aku hanya ditangani tenaga tks yang giliran jaga hari itu: karena ilmu mereka alakadarnya, aku cuma di infus dan diberi penghilang rasa sakit, sampai jam 3 sore tidak ada perubahan, akupun dibawah pulang kerumah dengan diberi segepok pil, karena banyak yang bilang kalau aku tesapo ( mengalami kejadian karena ulah makhluk ghaib, sore itu diadakan acara do'a untuk menghindari hal tersebut. setelah itu akupun istirahat dengan sebisaku, tp keadaan bukannya membaik malah makin kritis, puncaknya jan 11 malam aku jatuh pingsang saat mau pindah duduk dari kasur ke kursi, berdasarkan info dari kedua orang tuaku katanya saat itu aku sudah koma sampai beberapa menit, melihat kondisiku yang kritis keluargaku langsung melarikanku ke dokter terdekat, hasilnya beliau menolak karena menurut beliau kondisiku sudah terlalu parah, sehingga beliau hanya bisa memberi rujukan ke rumah sakit terdekat, akupun langsung dilarikan ke sana. setiba disana ternyata mereka juga menolak, stelah diberi pertolongan alakadarnya, aku diinfus diberi oksigen serta dilarikan ke rumah sakit provinsi bengkulu RS dr. M. Yunus  dengan ambulan.(sampai sini dulu nanti dilanjutin lagi)

2 komentar:

  1. yupz..tp belum selesai baru sampe puskesmas blum masuk RS..itu yg paling serem...tunggu lanjutannya okay

    BalasHapus