Selamat Datang

Kamis, 14 Juli 2011

Multiple choice in your life

Bagi siapapun yang normal rasanya semuanya mendambahkan jalan hidup yang indah, seperti ini misalnya : Sukses dalam akademis, dapat pekerjaan layak atau menciptakan usaha sendiri yang menjanjikan, menikah usia yg tidak tergolong tua, punya anak yang sehat,lucu, cerdas dan taat sama Tuhannya, membesarkan anak2 dengan fasilitas dan kualitas kehiduan terbaik, menghantarkan mereka ke jenjang pernikahan, melihat cucu-cucu yang menggemaskan, mengisi masa tua dengan pengabdian terbaik, menyempurnakan usia senja dengan ketaqwaan yang syamil, dan menghadap Allah di penghujung hayat dengan cara terbaik....oh sungguh indahnya...rasanya kata syukur tak akan berhenti mengalir atas hidup yg demikian, tapi jika sebaliknya ; Akademis berantakan boro-boro mendapat pekerjaan yang layak, diminta bantuanpun orang ragu dengan keahlian kita, apalagi kalau mau membuka usaha sendiri, akibatnya mungkin nanti akan telat nikah karena merasa tidak sanggup memberi nafkah, jiwa merana, tdk ada anakcucu yg menemani, hidup tak karuan, dan matipun dengan cara yang menggenaskan..tragis..!!!

Dua kehidupan yang sungguh bertolak belakang, lantas siapa dan apa yang harus disalahkan? jawabannya tidak ada satupun yg patut dipersalahkan.Terlebih Allah SWT, karena Ia telah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk dan ia anugerahkan pula akal untuk menuntun langkah kita dlm memilih mau menjadi yang pertama atau sebaliknya. Benarlah kata pepatah bijak "Hidup adalah Pilihan, dan setiap pilihan memiliki resikonya masing-masing". nah sekarang tugas kita adalah memilih..untuk menjadi yang terbaik atau justru menjadi pecundang,di sinilah diperlukan matematika dalam hidup, kita harus mampu melihat kendala dan permasalahan yang ada, kita susun menjadi suatu model yang paripurna, kemudian dengan bimbingan Al-Qur'an dan Sunnah kita upayakan solusi terbaik, dan akhirnya kita dapat mengambil pilihan mana yg akan kita jalani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar